On Getting A Second Chance and Becoming A Voice

Saya rasa kita semua setuju bahwa tahun 2018 ini memberi kita begitu banyak kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih sabar dan senantiasa bersyukur. Begitu banyak fenomena alam yang mengantarkan saudara-saudara kita kembali kepada Sang Pencipta. Semoga menjadi pengingat untuk kita yang ditinggalkan untuk selalu waspada karena kepulangan kita kepada Yang Maha merupakan sebuah keniscayaan. Di tengah naik turunnya iman kita, mudah-mudahan selalu ada kesempatan untuk menabung amal baik sebanyak-banyaknya.

Quite funny to think that earlier this year I wrote something about my new year resolution to become a more patient person. Tidak butuh waktu lama, Allah langsung menjawab doa saya tersebut beberapa bulan kemudian. I also wrote about it on here. Bukan iman namanya kalau tidak diuji olehNya. Buat kita yang sedang dalam keadaan sehat, bahagia dan berkecukupan, mungkin tidak sulit untuk mendeklarasikan diri sebagai hamba yang beriman. Tapi di tengah kondisi tak pasti seperti yang sedang dialami saudara-saudara kita di berbagai belahan Indonesia, iman menjadi komoditi langka yang wajib dibuktikan melalui sikap dan keteguhan hati, bukan sekedar lisan yang berbasa-basi.

Di balik kejadian tsunami di Banten minggu lalu, tentu ada ribuan cerita menyayat hati tentang bagaimana iman seorang hamba diuji. Termasuk apa yang menimpa Mas Ifan vokalis band Seventeen. Entah bagaimana rasanya ditinggal oleh belahan jiwa dan sahabat-sahabat terdekat sekaligus dalam semalam. Kalau bukan karena iman kepada Tuhannya, saya pikir manusia yang mengalami hal tersebut bisa gila.

Berkaca pada diri saya sendiri, tentu saya berharap bisa menjadi hamba yang membuktikan keimanannya ketika diberi ujian atau diberi amanah untuk berada di situasi yang tidak saya sukai. I was once told bahwa hidup itu sejatinya hanya perpindahan dari syukur dan sabar. Hari ini mungkin kita diberi kesempatan untuk merasakan yang indah-indah, to which we must be grateful. Tapi esok hari we could all be in a completely different situation, yang mau tidak mau harus kita jalani dengan kesabaran. Begitu saja terus sampai kita 'pulang' nanti.

Kesulitan apapun yang sedang teman-teman jalani sekarang, have faith in Him. Percayalah bahwa, as cliche as it sounds,  kesulitan yang diberikan tidak mungkin melebihi kemampuan kita. In the morning when you wake up, knowing that He gives you a second chance, be grateful. Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadi suara. 

Suara yang menyembuhkan orang-orang di luar sana yang sakit dan sedih hatinya. 
Suara yang senantiasa menyampaikan kebaikan Tuhan kepada kita. 



Comments

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

When You Know, You Know

I Would Not Have Known