Posts

Showing posts from July, 2012

Masa Lalu

Image
Coba kamu ingat-ingat lagi, seberapa sering kamu duduk diam sambil mengingat masa lalu?

Bukan sekedar masa sepuluh tahun yang lalu, masa yang jauh dulu, namun juga masa lalu yang baru saja berlalu, misalnya kemarin. Seberapa sering kamu ingat-ingat lagi semua kalimat yang kamu ucapkan hari ini, wajah siapa saja yang kamu temui tadi. Seberapa sering kamu berharap tidak mengatakan kalimat-kalimat tersebut, seberapa sering kamu berharap tak menemui wajah-wajah tersebut.

Sungguh saya mengenal dengan amat dalam seseorang yang terlalu sering berkunjung ke masa lalu. Dia yang selalu mengingat kalimat-kalimat yang pernah dia ucapkan, berharap bisa menarik kembali kata-katanya. Dia yang kadang nyeri mengingat beberapa orang yang datang di masa lalunya, berharap tak perlu berhadapan dengan kenangan tentang mereka.

Dia yang mungkin mirip sekali dengan saya, juga dengan kamu.

Seberapa sering kita menyesali kata-kata yang mungkin menyakiti; seberapa berat kita mencoba mengusir orang-orang yang kit…

Nilai Kejujuran dari Sepiring Nasi Goreng

Image
Di Jogja, tepatnya di daerah Kotabaru, ada semacam warung nasi goreng sapi yang menurut saya lumayan istimewa. Saya baru mulai aware pada eksistensinya sekitar tiga atau empat bulan setelah tinggal di Jogja. Awal perkenalan saya tak lebih dari sekedar good review dari teman-teman saya yang suka beli lalu membicarakan betapa nikmatnya nasi goreng sapi yang seharusnya biasa saja ini. Saya yang makin hari makin penasaran ini akhirnya mengajukan usul kepada orang-orang di rumah untuk membuktikan legenda nasi goreng ini di suatu malam sabtu yang cerah :p

Nasi goreng ini entah nama resminya apa. Dari awal saya mengenalnya sebagai nasi goreng sapi Padmanaba, karena letaknya yang persis di trotoar depan sekolah kebanggaan warga Jogja ini. Tapi ada beberapa teman yang bilang bahwa nama benarnya adalah nasi goreng Kotabaru, tentu karena letaknya memang di daerah itu. Tapi seorang teman yang baru-baru ini menemani saya makan nasi goreng ini menyebutnya nasi goreng Kridosono, karena kebetulan let…

Keepin' it real since 1991

Image

Happy 4th of July

Image
Tadi pagi sudah kusampaikan salam merdeka untuk Amerika. Tapi hari ini ada salam bahagia lain untuk keluarga kecil yang sudah 365 hari menjadi bagian dari sebuah kota. Kota istimewa bernama Yogyakarta.
Selamat berbahagia. Semoga rasa nyaman ini terus ada untuk waktu yang lama. Happy 4th of July, untuk kami dan Jogja :)

Jangan Takut

Image
Hold on, I promise it gets brighter And when it rains, I hold you even tighter I won't go another day without you... 
jangan takut, Kamu :)


Yang Berhutang Pada Rakyatnya

Image
Sebenarnya saya selalu merasa miris kalau memikirkan masa depan kota kelahiran saya. Rasanya setiap kali bicara soalnya, yang keluar hanya macet, kotor, sumpek, banjir, dan segudang citra buruk rupa lainnya. Tapi doa singkat saya sore ini mudah-mudahan saja dikabulkan olehNya. Semoga Jakarta diberikan kekuatan untuk bertahan dari gempuran orang-orang busuk yang hanya peduli pada kebahagiannya semata. Semoga Jakarta dan orang-orang di dalamnya masih diberikan kekuatan untuk senantiasa berharap akan datangnya perubahan, dan supaya perubahan itu benar akan datang. Semoga kelak yang memimpin Jakarta, kota kelahiran saya dan mungkin kota kelahiran anda, adalah orang yang berhutang pada rakyat yang memilihnya bukan pada partai cupu yang menyokongnya.

Ini ada bacaan menarikyang mencerahkan sore saya, semoga tulisan ini punya efek yang sama dahsyatnya untukmu yang membacanya :)

The Art of Letting Go

Image
Kalau boleh jujur, sebenarnya saya ini penggemar sepakbola musiman. Saya cuma rela begadang nonton bola saat datang musimnya piala Dunia atau piala-piala lain yang tak kalah prestisnya. Itupun cuma nonton mulai semifinalnya saja. Malas mengikuti dari awal, bela saya. Perlu diketahui bahwa saya juga bukan manusia yang paham cara kerjanya sepak bola. Yang saya tahu manusia-manusia ini harus memasukan bola ke gawang lawannya dan sebisa mungkin tidak melakukan pelanggaran. Soal memahami strategi menyerang dan bertahan atau bagaimana peraturan itu dilanggar, jurus saya cuma satu : menjadi pendengar yang baik. Mendengar apa yang dicuap-cuapkan oleh komentator atau apa yang dikoar-koarkan orang yang nonton bareng saya. Selebihnya, saya hanya akan ikut panik atau memekik saat bola nyaris masuk gawang.

Nah, kebetulan penyelenggaraan piala Euro yang baru rampung ini bertepatan dengan jadwal ujian akhir semester saya. Jadi saya punya alasan pembenar untuk tidak memahami apa yang orang-orang bica…