Posts

Showing posts from August, 2012

Aku Ingin Melihat Dunia (Lagi dan Lagi)

Image
"Kak, kayaknya sekarang tempat ini kecil banget ya? Perasaan dulu berasa luas banget deh. Akunya tambah gede kali ya." "Hahaha. Iyalah gw juga ngerasa gitu. Gw udah tambah gede, lo juga. Tapi mungkin lo ngerasa gitu karena lo udah pernah ngeliat bagian lain dari dunia. You've seen the world, Cha."-Pembicaraan dengan kakak sepupu di komplek rumah masa kecil sambil menunggu pesanan mie ayam-

pic

another I-have-been-changed-for-good moment...

Image

B

Selamat malam, kamu yang sedang berdiam di rumah tuhan :)

Tadi siang aku berkunjung ke rumahmu. Rumah sederhana tapi bersahaja, yang tak hanya dipenuhi tumbuhan rindang di luarnya namun juga begitu banyak cinta di dalamnya. Rumah yang bisa jadi merupakan salah satu rumah kesukaanku di seluruh dunia. Rumah yang aku tak pernah tahu kapan dibangun, kapan dibeli, kapan, kapan dan kapannya, namun aku tahu aku akan selalu bisa pulang ke sana. Bahwa sampai kapanpun-selama tuhan masih mengizinkan- rumahmu akan senantiasa menyambut kehadiranku.

Hari ini sudah hari ke 27 berpuasa. Aku tak hentinya menggerutu lantaran adzan maghrib di sini lebih lama 20 menit dari tempat aku biasa berpuasa. Aku tak hentinya mengeluh tentang betapa panas dan macetnya kota. Tapi pagi ini aku bangun dengan semangat empat lima. Karena nampaknya si hati tahu aku akan pulang ke rumahmu, dan mungkin saja bertemu denganmu. Meskipun aku tahu, kemungkinannya 1 : 1000 kunjungan untuk bisa menemui kamu yang bocah petualang …

Selamat Ulang Tahun, Adik

Image
Untuk adik kecil yang aku kenal selama empat belas tahun ke belakang,
Izinkan aku menumpahkan segenap rasa sayang dan kebanggaan kepadamu lewat surat ini ya.
Bayi kecil yang dulu sangat kutunggu kehadirannya, lantas sempat aku benci saat semua perhatian tertuju padanya. Dik, pipimu waktu kecil nampak tidak proporsional dengan bagian tubuhmu yang lain. Kamu jadi terlihat seperti bayi tak bermata akibat gembulnya pipi kanan kirimu. Selalu ku ingat pipi itu saat tingkahmu membuat kesal hatiku. Untungnya pipimu menggemaskan ya dik.
Lalu pelan-pelan gigimu mulai tumbuh, tanpa ampun menggigit saat kamu kesal padaku. Tanganku, kakiku, wajahku, semua bagianku jadi sasaranmu. Jari-jari tanganmu yang hanya separuh ukuran jari-jariku mulai lihai menyusuri rambut ikalku, menjambak bolak balik saat aku tak menuruti inginmu.
Ingat waktu tanganmu patah? Gips putih super keras yang membalut lengan kananmu itu kamu jadikan senjata baru untuk bertarung denganku. Aku yang cinta damai dan pada dasarnya meman…