Nilai Kejujuran dari Sepiring Nasi Goreng

Di Jogja, tepatnya di daerah Kotabaru, ada semacam warung nasi goreng sapi yang menurut saya lumayan istimewa. Saya baru mulai aware pada eksistensinya sekitar tiga atau empat bulan setelah tinggal di Jogja. Awal perkenalan saya tak lebih dari sekedar good review dari teman-teman saya yang suka beli lalu membicarakan betapa nikmatnya nasi goreng sapi yang seharusnya biasa saja ini. Saya yang makin hari makin penasaran ini akhirnya mengajukan usul kepada orang-orang di rumah untuk membuktikan legenda nasi goreng ini di suatu malam sabtu yang cerah :p

Nasi goreng ini entah nama resminya apa. Dari awal saya mengenalnya sebagai nasi goreng sapi Padmanaba, karena letaknya yang persis di trotoar depan sekolah kebanggaan warga Jogja ini. Tapi ada beberapa teman yang bilang bahwa nama benarnya adalah nasi goreng Kotabaru, tentu karena letaknya memang di daerah itu. Tapi seorang teman yang baru-baru ini menemani saya makan nasi goreng ini menyebutnya nasi goreng Kridosono, karena kebetulan letaknya yang berseberangan. Terlepas dari nama panggungnya yang beragam,  nasi goreng ini selalu bisa live up to my standard tentang nasi goreng yang simply delicious.

Sederhana tapi enak. Enak karena sederhana.

i dont own the picture

Yang membuat saya tergelitik untuk menulis soal nasi goreng ini adalah nilai kejujuran yang diajarkan oleh metode pembayarannya. Nasi goreng yang seporsinya cuma dihargai Rp 9.000 ini bercerita lebih banyak dari nasi goreng pada umumnya. Jadi kalau kamu makan di sana, alurnya akan seperti ini : kamu pesan makanannya, kamu tunggu makanan datang, kamu makan sambil ngobrol-ngobrol asik, BARU BAYAR APA YANG SUDAH KAMU MAKAN.

Saya yakin penjualnya tidak memasang kamera cctv di sudut manapun di Kotabaru, tapi ya dengan begitu yakinnya membiarkan semua konsumennya makan sepuasnya baru membayar. Fakta bahwa bisnis ini masih bertahan sampai hari ini, meyakinkan saya bahwa para pembeli dengan jujur membayar apa yang mereka makan di sini.

Yang kemudian jadi lucu adalah...
Seandainya orang-orang yang duduk di pemerintahan atau siapapun di negara ini bisa belajar soal kejujuran dari sepiring nasi goreng; tentu tak perlu ada KPK karena korupsi pun tak akan ada. Tak akan ada yang ragu apalagi takut hendak dibawa kemana negara ini. Karena rakyat bisa percaya pada mereka yang memegang amanah; dan yang diberikan amanah pun dapat dengan jujur menjalankan amanah tersebut.

Hidup akan jadi jauh lebih mudah toh?

Seandainya semua orang di negara ini pernah makan nasi goreng Padmanaba kesayangan saya...

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

When You Know, You Know

Sabrina dan Sebuah Harapan di Tahun 2018