Pelajaran Hidup Hari Ini

Warga binaan, begitu mereka dipanggil. Kamu tidak perlu diberi tahu tempat apa ini yang kamu tuju. Dari temboknya yang menjulang tinggi dan gerbangnya yang kokoh memagari, kamu tahu tempat ini bukan tipikal tempat yang ingin kamu kunjungi setiap hari. 
"Ibu kenapa bisa ada di sini?"
"Waktu itu ketangkep nyuri baju, Mba."
Miris. Bukan karena saya merasa mencuri baju harus dimaafkan begitu saja. Mengambil apa yang bukan  milikmu itu salah. Karena undang-undang mengatur seperti itu, karena itu yang seharusnya diajarkan ayah dan ibumu, karena itu yang wajarnya diteriakan hati nuranimu. Bayangkan berapa banyak angin kebebasan dan peluk kemerdekaan yang harus diredam untuk sementara hanya karena beberapa potong baju. Atau kekhilafan menggelapkan sejumlah uang. Atau kejahatan-kejahatan lainnya. Pantaskah saya bilang mereka jahat? Hanya karena mereka sempat khilaf dan melakukan 'itu' yang akhirnya membawa mereka ke tempat yang sekarang ini. Saya pernah jadi jahat, kamu pasti pernah jahat juga. Untung tuhan masih dengan baik hatinya menutupi aib saya dan kamu sehingga kita jadi tidak terlihat terlalu jahat. Menutupi aib saya dan kamu sehingga kita tidak perlu menukar semua waktu yang kita miliki sekarang dengan yang harus mereka pasrahkan di dalam sana. 
"Kamu pernah makan mi instan kan? Nah ya itu, orang jaman sekarang maunya apa-apa yang serba instan. Cantik, pinter, kaya, maunya instan saja."
Sabar. Yang cepat kamu raih biasanya cepat kamu lepas. Warga binaan yang saya temui hari ini mengajarkan saya bahwa ada jalan yang tidak seharusnya kita tempuh untuk jadi kaya raya dan hidup bahagia. Bekerja saja. Berusaha dan berdoa sebanyak yang kita bisa. Yang Maha Adil pasti akan memberikan bagian kita nanti bila sudah waktunya.

"Kemarin saya melanggar hukum, hari ini saya belajar, besok saya akan membangun..."
Begitu tulisan di pojok bengkel keterampilan sebuah lembaga permasyarakatan yang kami kunjungi siang tadi. Sederhana. Mengena. Betapa hidup manusia sesungguhnya adalah perkara bisa atau tidaknya kita belajar dari kesalahan.

Popular posts from this blog

When You Know, You Know

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

Sabrina dan Sebuah Harapan di Tahun 2018