Ditambah 365

Last night turned out to be one of the cutest nights of my life. Dan sesungguhnya sudah saya niatkan untuk duduk diam paling tidak setengah jam, menuliskan semua perasaan menyenangkan yang saya dapatkan kemarin supaya kelak saat saya sedih dan merasa pedih, tulisan itu bisa saya baca ulang dan membuat saya tersenyum senang. Tapi apa daya, rasa kantuk memenangkan diri saya.

Dan sekarang saya sudah duduk setengah jam di depan laptop, malahan bingung mau menulis apa dan menceritakan bagian apa saja dari hari kemarin. Hari di mana saya menjadi setahun lebih tua. Saya pikir, hari ulang tahun adalah salah satu hari di mana kita semua dapat merasakan efek positif dari social media yang sebenar-benarnya. Bayangkan kalau tidak ada bermacam social media ini, mungkin hanya akan ada satu dua orang sahabat yang benar-benar mengingat hari jadi kita. Sedikit miris memang. Tapi ya sudahlah, toh dunia memang semakin kompleks sekarang ini dan ada banyak hal lain yang harus orang-orang ingat sehingga berbagai reminder ulang tahun harusnya jadi sesuatu yang dianggap memudahkan.

Bayangkan, betapa banyak panggilan telpon yang harus diangkat, sms dan BBM yang harus dibaca, serta berbagai ucapan di dunia maya yang ditujukan untuk kita yang berulang tahun. Betapa menyenangkannya membayangkan masih banyak orang yang mau meluangkan beberapa detik dari hidupnya untuk sekedar mengucapkan dua tiga kata selamat. Apalagi sahabat-sahabat sejati yang susah payah membuat gambar, menyanyikan lagu dan merangkai scrap book untuk mengingatkan betapa istimewanya hari ulang tahun kita yang sebenarnya biasa saja :)



Di umur saya yang kemarin, ada banyak pencapaian yang tidak pernah saya targetkan sebelumnya. Bahkan untuk memimpikannya saja saya tidak berani. Tapi tuhan dengan segala kekuatannya mengenalkan saya pada berbagai macam orang yang lantas membukakan jalan untuk saya. Di umur saya yang kemarin, saya merasa jauh lebih kaya dibanding saya setahun sebelumnya. Ada banyak teman baru, banyak tempat baru, serta begitu banyak pengalaman baru yang tuhan izinkan untuk jadi bagian hidup saya. Bahkan mereka yang memutuskan untuk meninggalkan saya pun -atas izin tuhan- bisa saya jadikan keindahan yang hanya akan menjadikan saya lebih kuat. Bahwa sesungguhnya perpisahan itu bukan sesuatu yang harus disesalkan, meskipun bukan juga jadi alasan perayaan. It is what it is.

Di umur saya yang kemarin, saya merasa ada begitu banyak kebaikan yang diciptakan tuhan untuk saya dan orang-orang di sekitar saya. Dan sungguh saya pun bingung bagaimana mengungkapkan rasa syukur ini kalau sekedar lewat tulisan.

Terima kasih untuk semua yang mengucapkan, mendoakan, menyayangi dan menerima kurang lebihnya saya selama dua puluh tahun ke belakang. Terima kasih juga kepada teman-teman tersayang yang menyanyikan Mars Fakultas Hukum di perempatan lampu merah Gramedia untuk saya semalam -saya janji akan jadi mahasiswa yang lebih rajin lagi :)-

Semoga mulai hari ini saya bisa jadi manusia yang lebih baik. Seklise apapun harapan tersebut.
Semoga saya yang hari ini bisa jadi kebanggaan saya yang dulu; lalu saya yang di masa depan bisa jadi kebanggaan saya yang sekarang.

pic

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

When You Know, You Know

I Would Not Have Known