dua puluh empat

Hari ini tanpa sengaja saya bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak saya jumpai. Sebenarnya bukan tanpa sengaja sih, kami memang tiba-tiba janjian untuk bertemu dan thank god waktunya ada untuk itu. Padahal biasanya sekedar janjian makan siang dengan teman saya yang satu ini susahnya minta ampun. Saat dia punya waktu luang, saya sibuk mengerjakan ini itu. Giliran saya yang senggang, bisa jadi dia sedang di luar kota mengejar mimpi-mimpinya yang banyak itu :)

Tapi hari ini lain. Setelah beberapa pesan singkat terkirim dari dan untuk kami, dua makhluk yang lama tak bertemu sepakat untuk meluangkan waktu. Saya selalu semangat bertemu teman saya ini. Selalu ada cerita baru yang dia bagi, matanya yang bulat sibuk loncat-loncat memancarkan semangat kegembiraan saat dia mengurai kisah. Selalu ada yang bisa kami tertawakan di setiap pertemuan. Bahkan saat apa yang kami bicarakan sebenarnya bukan hal yang bisa ditertawakan.

Salah satu highlight pertemuan kami hari ini adalah soal bagaimana seseorang memanfaatkan dua puluh empat jam yang mereka miliki dalam sehari. Jujur saja, saya sering sekali mengeluh pada yang di atas sana. Merasa ada yang banyak harus saya selesaikan dan dua puluh empat jam yang diberikan olehnya itu sungguh tidak cukup. Saya tidak jarang merasa berkejar-kejaran dengan waktu. Juga dengan deadline.

Pernah merasa seperti itukah?

Saya sampai hari ini juga masih berjuang mati-matian sih untuk bisa memanfaatkan si dua puluh empat jam ini sebaik mungkin. Tuhan kan Maha bijaksana. Jadi pasti bukan tanpa alasan yang ciamik dia menaruh dua puluh empat jam dalam sehari, enam puluh menit dalam satu jam, tujuh hari dalam seminggu dan lain sebagainya. Buktinya banyak kok yang bisa handle dan achieve banyak hal dengan dua puluh empat jam yang mereka punya. Pasti dua puluh empat jam ini harusnya cukup bagi manusia normal untuk make the most out of their life setiap harinya. Bagaimana caranya ya pasti setiap orang punya jawaban yang nggak sama.

Bagaimana kamu menghabiskan dua puluh empatmu hari ini?


Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

When You Know, You Know

Sabrina dan Sebuah Harapan di Tahun 2018