semacam patah hati

Saya jadi pilu setiap ingat bagaimana wajahmu semalam. Waktu saya bilang, jangan takut! Semuanya akan baik-baik saja. Kamu tersenyum dan menganggukan kepala. Lalu kaki-kakimu yang mungil itu melangkah tegar ke ruang ajaib yang terakhir saya masuki bertahun-tahun yang lalu. Sepuluh menit kemudian kamu sudah duduk di samping saya lagi, menatap kosong ke depan, entah apa yang kamu pikirkan. Tapi yang saya pikirkan ini sudah berlari kemana-mana, jauh sekali.

Lalu kita kembali menemui bapak pintar yang tidak memakai jas putih seperti koleganya yang lain. Di jalan, saya terus menerus bilang betapa memesonanya bapak itu dan kalau semua dokter sama memesonanya, saya tidak keberatan sakit setiap hari. Kamu tertawa geli. Tapi saya yakin di dalam hati kamu takut sekali. Saya juga. Tapi saya merasa berkewajiban untuk menjadi yang paling kuat diantara kita berempat. Saya terus mengulang doa kepadanya supaya saya diberikan kekuatan untuk menguatkan kamu. Juga untuk menguatkan kita semua karena sesungguhnya kita adalah satu.

Percayalah, hati saya juga ikut patah saat bapak pintar yang saya pikir akan membawa kabar bahagia itu meletakkan penggaris dan busurnya lalu tersenyum sendu. Saya juga menangis melihat kamu merebahkan kepala di pangkuan saya lalu menitikan air mata yang membanjiri kaki saya. Saya juga menangis melihat mereka yang biasanya menguatkan saya, malah tertunduk diam dalam pekatnya malam.

Saya dan kamu sama-sama tidak tahu apa yang ada untuk kita esok hari. Tugas kita hanyalah menjadi berani dan senantiasa mensyukuri apa yang tuhan beri. Mulai hari ini saya tidak akan lagi bertanya mengapa harus kamu yang melalui ini semua. Karena saya sudah tahu jawabannya. Kamu yang kadang suka seenaknya, merengek manja, dan membuat saya murka sesungguhnya adalah perempuan yang kuat dan luar biasa! Kamu jangan menangis lagi ya, karena kalau nanti suatu hari kamu merasa lelah dan jengah, saya akan selalu ada untuk kembali menguatkan kamu. Percaya itu.

"Lights will guide you home, and ignite your bones, and I will try to fix you"

Comments

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

I Would Not Have Known

When You Know, You Know