Selamat Jalan dan Sampai Jumpa

Rupanya benar bahwa perjumpaan adalah perpisahan yang tertunda. Perkara dengan siapa, kapan, dimana, dan bagaimana perpisahan itu berlangsung sungguh bukan kapasitas kamu dan aku untuk tahu. Kita ini cuma debu. Dia yang maha segalanya itulah yang punya kuasa untuk menulis skenario dunia yang katanya panggung sandiwara.

Setiap kali aku diberi kesempatan bertemu dengan wajah yang baru, reaksiku-mungkin juga reaksimu cuma ada dua. Yang pertama bisa jadi sekedar basa-basi, "Oh, very nice to meet you. I'm sure my life will be just fine even if I don't get the chance to see you anymore in the future." Yang kedua mungkin basi tapi sering kualami sendiri, "I'm sure life would be so different without you. Good lord please don't ever let this person walk out of my life."


Tapi apapun yang kamu dan aku rasakan atau inginkan, bukan kita, sayang, yang bisa buat aturan.
Kadang orang yang tidak terlalu kita pedulikan atau bahkan kita benci, terus-terusan diberi kesempatan oleh yang punya aturan untuk mampir lagi dan lagi dalam hidup kita. Kadang orang yang meninggalkan kesan begitu dalam malah dibiarkan melangkah menjauh dari kita. Menjauh menembus ruang, jarak, dan waktu.

Dan mulailah kita mengeluh mengapa hidup tak bisa secantik yang kita mau. 

Sayang percayalah kalau aku bisa berkompromi dengan yang punya aturan itu, tentu akan kupilih ruang terindah, jarak terdekat, dan waktu terlama untuk kita. Tapi aku ini bukan siapa-siapa. Aku ini makhluk tak berdaya yang hanya bisa mendamba. Seperti kamu juga.

Tapi bukan berarti kita harus menghujat dan mengumpat pada yang maha segalanya itu kan?

Aku sendiri lebih memilih untuk mensyukuri setiap detik yang bisa kuhabiskan denganmu, saat menatap lekat senyummu. Akan kujadikan bekal untuk perjalanan jauh menembus ruang, jarak dan waktu yang kelak akan kutempuh tanpamu. Kuharap ini juga akan jadi pilihanmu.

*Kepada si pembuat senyum yang kini telah pergi, selamat jalan dan sampai jumpa :")

Comments

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

I Would Not Have Known

When You Know, You Know