Pak Beye

Selamat pagi, Pak.
Salam hormat dari saya, satu dari ratusan juta penduduk negeri yang sudah bapak imami sejak tahun 2004 dulu, sampai tahun 2014 nanti. Wah, sepuluh tahun dari hidup bapak dihabiskan untuk menjadi orang nomor satu dari Sabang sampai Merauke. Bagaimana rasanya Pak? Saya tidak sanggup membayangkan. Tanggung jawab yang pastilah teramat besar ya, Pak? Semoga tuhan mendengar doa saya untuk bapak. Doa sederhana supaya bapak diberi kekuatan untuk melindungi kami dan berjuang sekuat tenaga untuk negeri ini.

where it belongs
Saya tahu bapak bukan orang baru di dunia politik. Bapak pernah jadi menteri kan dulunya? Tapi saya yang waktu itu masih pakai seragam merah putih tidak terlalu mengerti urusan pemerintahan. Sampai sekarang pun sebenarnya belum ngerti, Pak. Mungkin memang saya yang malas dan tidak mau mencoba untuk mengerti. Tapi saya janji sama bapak, saya yang sekarang mahasiswa hukum ini akan lebih sering baca koran. Lebih sering nonton berita. Supaya saya bisa lebih mengerti bapak. Saya mau belajar memahami bapak.

Saya ingat waktu bapak sedang sibuk kampanye, tiap hari saya merengek pada ayah dan ibu saya supaya memilih bapak sebagai presiden. Alasannya sederhana. Wajah bapak terlihat paling jujur dan mengayomi dibanding calon yang lain. Bapak juga yang wajahnya paling ganteng. Saya ngga tahu apa ayah dan ibu saya menuruti permintaan saya yang lugu dan tak tahu malu itu, tapi toh bapak tetap menang. Waktu itu saya ikut senang.

Tapi setelah bertahun-tahun lewat, kenapa keadaan bangsa kita -bisa dibilang- masih begini-begini saja? Malah ada beberapa hal yang semakin parah. Saya takut Pak. Saya takut tapi bingung harus berbuat apa. Mungkin masalah kita memang segitu banyak dan kompleksnya ya Pak? Mungkin bapak merasa bingung juga. Tapi bedanya, bapak-semoga- tahu apa yang harus dilakukan. Lakukan apapun yang harus bapak lakukan, Pak. Masih ada waktu  dua tahun lagi. Jangan sampai bapak turun lalu jadi satu dari sekian banyak yang dicaci. Saya mendoakan yang terbaik untuk bapak.

Popular posts from this blog

Sabrina dan Sebuah Harapan di Tahun 2018

When You Know, You Know

Self Publishing More, Self Editing Later (As You Go On)