Maaf

Apa kabarmu pagi ini, Sayang?
Maaf ya semalam aku (lagi-lagi) tidur duluan. Maaf juga kalau kalimat terakhir sebelum aku dibuai lelap menimbulkan resah di hatimu. Maafkan aku ya sayang, kalau aku salah memilih kata untuk mengungkapkan rasa.
Aku sama sekali tak sebal, kesal, marah, apalagi bermaksud menyakitimu. Menyakiti orang yang aku sayangi adalah hal terakhir yang ingin aku lakukan. Bukan berarti aku akan melakukannya loh. Semoga kamu ingat percakapan kita yang ini :)

Sungguh aku hanya ingin mengingatkan betapa aku sayang padamu. Karena niscaya celakalah aku bila kamu lupa akan hal itu. Jangan salah paham ya, Kamu.

Tidak terasa sudah hampir empat hari aku tak melihat wajahmu yang jenaka itu. Jarak kita yang paling-paling hanya seribu kilometer itu nampaknya membuat aku tak henti merindu macam keledai dungu. Ah, semoga kerinduanku ini tak membuatmu malu.

Sayang, beberapa bulan ke depan ini pasti akan menjadi berat untukmu, penting untuk masa depanmu. Tapi aku percaya bahwa mimpimu terlalu besar untuk dikalahkan oleh ragu. Jangan pernah merasa duka apalagi putus asa ya. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi sandaranmu.

Ya sudah, sampai di sini dulu suratku.
Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi, tapi aku mau tidur lagi saja.
Siapa tahu saat aku bangun, kamu sudah pulang ke pelukanku :)

Dari aku.

Comments

Popular posts from this blog

The Perks of Being a Member of Working Class

It used to suck

Self Publishing More, Self Editing Later (As You Go On)