berlari

Kepada kamu yang terbiasa berlari cepat :

Maafkan saya yang sering berjalan teramat lambat, mungkin membuat kamu penat. Sebenarnya tidak sampai hati melihat kamu memperlambat larimu, kemudian berjalan, pelan, memastikan saya bisa menyamakan langkah dan tak kehilangan arah. Kalau saya punya kuasa atas waktu tentu saya akan memilih bertemu denganmu saat saya sudah mampu berlari sama cepat.

Tapi saya yakin tuhan tidak suka hamba yang sok tahu. Jadi pertemuan yang seperti ini tentu bukan tanpa makna yang padu. Semoga dia memberimu kesabaran untuk berlari lebih pelan.

Comments

Popular posts from this blog

The Perks of Being a Member of Working Class

It used to suck

Self Publishing More, Self Editing Later (As You Go On)