untuk kamu yang tak sendiri lagi

Pagi ini aku mendengar berita bahagia itu, meskipun tak langsung diceritakan oleh bibir tipismu yang biasanya begitu lincah memuntahkan kisah-kisah tentang cinta dan kebahagiaan. Aku melompat dari satu halaman ke halaman lain di dunia maya membaca begitu banyak ucapan selamat untukmu, dari semua yang ikut berbahagia untukmu. Wajar saja, wajah dan hati yang indah milikmu itu, what's not to love?

Tanpa terasa sudah 15 menit kuhabiskan melihat gambar-gambar menarik yang kau pajang di halamanmu.
Ah, ingatkah kamu pertemuan pertama kita empat tahun yang lalu? Bahkan dari lima menit yang kita habiskan di awal perjumpaan, aku yakin kamu memang wanita memesona.

Selamat berbahagia ya, Cantik. Siapapun lelaki beruntung yang telah mencuri hatimu itu, semoga tuhan membimbingnya agar ia mampu membimbingmu menuju titik paling bahagia dalam hidupmu. Dan kepada anak-anak yang kelak akan lahir dari kalian, semoga tuhan mengizinkan mereka melanjutkan cerita-cerita manis seperti yang selama ini kau tulis.

Comments

Popular posts from this blog

When You Know, You Know

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

Sabrina dan Sebuah Harapan di Tahun 2018