untuk Ian, dimanapun dia berada sekarang

Halo kamu!
Kamu pasti butuh paling tidak tiga jam atau mungkin tiga hari untuk mengingat siapa aku. Tak apa.
Aku tetap akan menulis surat ini untukmu meskipun aku tidak tahu kemana harus kukirim surat ini.

Kamu ingat tidak hari-hari yang kita habiskan di taman kanak-kanak dulu?
Gedung kecil yang terletak persis di depan rumahmu itu.
Ingat aku yang selalu ingin baris di sampingmu setiap upacara?
Ingat kita yang sering duduk bersama saat makan bekal di ayunan?
Ingat aku yang merengek sebal melihatmu dipasangkan dengan anak lain saat latihan menari?
Ingat aku yang melirik mesra ke arahmu saat foto kelas lantas kamu dengan riangnya berlari ke arahku dan mengambil posisi di belakangku?

Ah, tentu lucu ya kalau saja kita bisa bertemu lagi dan mengenang masa-masa menggemaskan dulu.
Tapi ampuni kebodohanku yang bahkan tak sanggup mengingat nama lengkapmu.
Jadi meskipun surat ini mungkin tak akan pernah sampai ke mejamu, semoga kenangan yang kita bagi dulu akan selalu hidup di ruang kecil dalam hatimu seperti ia hidup dalam ruangan kecil di hatiku.

Dari cinta monyetmu.

Comments

Popular posts from this blog

[A Reflection] If We Die, We Die, But First, We Live

When You Know, You Know

I Would Not Have Known